Modernis.co, Jakarta – Jurnal ini membahas upaya meningkatkan produktivitas petani melalui penerapan teknologi modern dalam pertanian.Penggunaan teknologi modern memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi,mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, dan memberikan akses informasi yang relevan dalam jurnal ini.Penekanan diberikan pada faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi produktivitas petani.
Faktor eksternal meliputi akses terhadap sumber daya, kondisi iklim yang menguntungkan, dan infrastruktur pertanian yang memadai. Sedangkan faktor internal berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani terhadap pertanian. Selain itu, jurnal ini juga membahas dampak penggunaan teknologi modern terhadap petani, seperti peningkatan produktivitas, pengurangan risiko, dan peningkatan akses ke pasar dalam kesimpulannya.
Jurnal ini menggarisbawahi pentingnya adopsi teknologi modern dalam meningkatkan produktivitas petani dan menekankan perlunya kerjasama antara pemerintah, lembaga riset, sektor swasta, dan petani untuk mewujudkan peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Petani sebagai pelaku utama di sektor pertanian berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Namun, produktivitas petani seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap teknologi modern dan pengetahuan yang terkini. Untuk meningkatkan produktivitas petani dan mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, diperlukan upaya-upaya yang memadukan teknologi modern dengan praktik pertanian tradisional,dalam beberapa tahun terakhir.
Teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), Big Data, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah mengalami perkembangan pesat di sektor pertanian. Teknologi-teknologi ini mampu mengoptimalkan proses pertanian, mulai dari penggunaan pupuk yang efisien, pengaturan irigasi yang cerdas, hingga pemantauan secara real-time terhadap kondisi tanaman.
Penelitian Menunjukkan bahwa penggunaan teknologi IoT dalam pengelolaan pertanian dapat meningkatkan produktivitas petani sebesar 30% dan mengurangi penggunaan air serta pupuk hingga 50%. Selain itu, teknologi Big Data juga memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas petani dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang besar dan kompleks.Petani dapat mengidentifikasi pola-pola yang berguna untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya pertanian.
Menunjukkan bahwa penggunaan teknologi Big Data dalam pemilihan varietas tanaman dapat meningkatkan produktivitas hingga 20% dan mengurangi kerugian akibat serangan hama dan penyakit. Namun, meskipun teknologi modern tersebut memiliki potensi yang besar, masih terdapat kendala dalam mengadopsinya di kalangan petani. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap teknologi dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengimplementasikannya.
- baca juga: Puasa dan Ketahanan Pangan
Hanya sekitar 30% petani di Indonesia yang memiliki akses internet dan hanya sebagian kecil dari mereka yang mampu menggunakan teknologi modern dengan baik. Selain itu, terdapat juga faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi adopsi teknologi modern oleh petani. Penelitian oleh,antara lain : (1) Widodo 2019 ; (2) Nurhayati 2021 ; (3) Kurniawan, dkk, 2022
Penerapan Teknologi Modern dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Teknologi modern telah memainkan peran yang semakin penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Penggunaan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), Big Data, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membuka peluang baru dalam pengelolaan pertanian yang efisien dan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.
Penelitian yang dilakukan telah menghasilkan bukti kuat tentang manfaat dari penerapan teknologi modern dalam meningkatkan produktivitas petani. Salah satu teknologi modern yang telah diterapkan dalam pertanian adalah IoT. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan dan pertukaran data secara real-time antara berbagai perangkat dan sensor di lapangan melalui penggunaan sensor yang terpasang pada tanaman dan peralatan pertanian.
Petani dapat memantau kondisi tanaman secara akurat, seperti kelembaban tanah, suhu, dan tingkat nutrisi. Hal ini memungkinkan petani untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dalam penggunaan sumber daya, seperti air, pupuk, dan pestisida.
Menunjukkan bahwa penerapan teknologi IoT dalam pengelolaan pertanian dapat meningkatkan produktivitas petani hingga 30% dan mengurangi penggunaan air serta pupuk hingga 50%.
Selain itu, teknologi Big Data juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan kemampuannya dalam mengumpulkan dan menganalisis data yang besar dan kompleks, petani dapat mengidentifikasi pola-pola yang berguna untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya pertanian.
Misalnya, melalui analisis data cuaca, petani dapat memprediksi pola curah hujan dan suhu yang berdampak pada penjadwalan irigasi dan pemilihan varietas tanaman yang tepat. Menunjukkan bahwa penggunaan teknologi Big Data dalam pemilihan varietas tanaman dapat meningkatkan produktivitas hingga 20% dan mengurangi kerugian akibat serangan hama dan penyakit.
Namun, meskipun manfaat teknologi modern tersebut sudah terbukti, masih terdapat tantangan dalam mengadopsinya di kalangan petani. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap teknologi dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengimplementasikannya.
Menunjukkan bahwa hanya sekitar 30% petani di Indonesia yang memiliki akses internet dan hanya sebagian kecil dari mereka yang mampu menggunakan teknologi modern dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif, seperti penyediaan infrastruktur digital dan pelatihan yang memadai, untuk meningkatkan akses petani terhadap teknologi modern.
Kesimpulannya, penerapan teknologi modern dalam pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas petani. Penggunaan teknologi IoT dan Big Data telah membuka peluang baru dalam pengelolaan pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Teknologi IoT memungkinkan pengawasan yang lebih akurat terhadap kondisi tanaman dan penggunaan sumber daya, sedangkan teknologi Big Data memberikan wawasan penting untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas.
Namun, untuk menerapkan teknologi modern dengan sukses, diperlukan upaya yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta.
- baca juga: Kepahlawanan Petani di Tengah Pandemi
Pemerintah perlu berperan dalam menyediakan infrastruktur digital yang memadai, seperti jaringan internet yang luas dan stabil, serta memberikan dukungan kebijakan yang mendorong adopsi teknologi modern dalam sektor pertanian. Selain itu, pemerintah juga dapat memfasilitasi pelatihan dan pendidikan bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi modern.
Lembaga riset dan sektor swasta juga memiliki peran penting dalam mengembangkan dan mengadaptasi teknologi modern yang sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian dan pengembangan teknologi pertanian inovatif perlu didukung untuk menciptakan solusi yang relevan dan efektif bagi petani. Selain itu, kerja sama dengan sektor swasta dapat memfasilitasi akses petani terhadap teknologi modern melalui penyediaan perangkat dan layanan yang terjangkau dalam konteks Indonesia.
Penerapan teknologi modern dalam pertanian juga perlu mempertimbangkan faktor sosial dan budaya. Penyesuaian teknologi dengan kebutuhan dan preferensi petani, serta pengembangan model bisnis yang berkelanjutan, akan meningkatkan tingkat adopsi teknologi tersebut.
Dalam hal ini, pendekatan partisipatif yang melibatkan petani dalam proses pengembangan dan implementasi teknologi sangat penting dalam rangka mencapai peningkatan produktivitas pertanian melalui teknologi modern. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, sektor swasta, dan petani menjadi kunci. Sinergi ini dapat menghasilkan inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan aksesibilitas teknologi, serta memberikan manfaat nyata bagi petani.
Melalui upaya bersama ini, diharapkan pertanian Indonesia dapat mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung ketahanan pangan negara. Penelitian oleh, antara lain : (1) Widodo 2019 ; (2) Nurhayati 2021 ; (3) Kurniawan, dkk, 2022.
Dampak Penggunaan Teknologi Modern terhadap Petani
Penggunaan teknologi modern dalam sektor pertanian telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan dan produktivitas petani. Penggunaan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Big Data, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membuka peluang baru dan mengubah cara petani bekerja dalam beberapa tahun terakhir.
Penelitian dan pengalaman lapangan telah mengungkapkan berbagai dampak positif yang dihasilkan oleh penggunaan teknologi modern dalam pertanian.
Salah satu dampak yang signifikan adalah peningkatan produktivitas pertanian. Melalui penerapan teknologi IoT, petani dapat memantau kondisi tanaman secara akurat, mengatur irigasi secara efisien, serta mengontrol penggunaan pupuk dan pestisida. Hal ini menghasilkan peningkatan produksi dan kualitas tanaman.
Studi menunjukkan bahwa penggunaan teknologi IoT dalam pengelolaan pertanian dapat meningkatkan produktivitas petani hingga 30% dan mengurangi penggunaan air serta pupuk hingga 50%. Selain itu, penggunaan teknologi Big Data telah memberikan dampak positif dalam pemilihan varietas tanaman yang tepat, manajemen hama dan penyakit, serta perencanaan usaha pertanian.
Dengan mengumpulkan dan menganalisis data yang besar dan kompleks, petani dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dan berdasarkan informasi yang akurat. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi Big Data dalam pemilihan varietas tanaman dapat meningkatkan produktivitas hingga 20% dan mengurangi kerugian akibat serangan hama dan penyakit.
Penerapan teknologi modern juga telah memperluas akses petani terhadap informasi dan pengetahuan terkini. Melalui internet dan aplikasi mobile, petani dapat mengakses informasi tentang teknik bercocok tanam, prakiraan cuaca, harga pasar, dan peluang pemasaran. Ini membantu petani dalam pengambilan keputusan yang lebih baik, perencanaan yang lebih efektif, dan meningkatkan keterhubungan dengan pasar. Penelitian menyoroti pentingnya akses internet bagi petani dalam adopsi teknologi modern dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Dampak lain dari penggunaan teknologi modern adalah peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan adanya teknologi yang lebih canggih, petani dapat mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, dan energi. Ini berdampak pada penghematan biaya produksi dan pengurangan dampak lingkungan yang dihasilkan oleh sektor pertanian.
Penelitian dan praktik lapangan menunjukkan bahwa teknologi modern dapat membantu petani mengelola sumber daya pertanian secara lebih berkelanjutan.
Secara keseluruhan, penggunaan teknologi modern dalam pertanian telah memberikan dampak positif bagi petani, termasuk peningkatan produktivitas, akses terhadap informasi dan pengetahuan, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian oleh,antara lain : (1) Widodo 2019 ; (2) Nurhayati 2021 ; (3) Kurniawan, dkk, 2022.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Produktivitas Petani
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivitas petani, termasuk faktor eksternal dan internal. Faktor-faktor ini saling berinteraksi dan dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja dan hasil pertanian petani. Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi peningkatan produktivitas petani:
Faktor eksternal:
Akses terhadap sumber daya: Akses petani terhadap sumber daya seperti lahan yang subur, air irigasi, pemupukan, dan bantuan teknis mempengaruhi produktivitas mereka. Faktor ini terkait dengan kebijakan pemerintah, infrastruktur pertanian, dan ketersediaan sumber daya yang mendukung pertanian. Studi menyoroti pentingnya akses terhadap sumber daya untuk meningkatkan produktivitas petani.
Faktor iklim dan cuaca: Iklim dan cuaca yang baik mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Faktor ini mencakup curah hujan yang cukup, suhu yang tepat, serta periode musim tanam dan panen yang sesuai. Perubahan iklim dapat berdampak negatif pada pertanian, oleh karena itu penanganan adaptasi iklim dan pengelolaan risiko sangat penting. Penelitian menggambarkan dampak perubahan iklim pada pertanian dan pentingnya strategi adaptasi.
Infrastruktur dan teknologi: Ketersediaan infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi, jalan, pasca-panen, dan akses terhadap teknologi modern mempengaruhi produktivitas petani. Infrastruktur yang baik mempermudah distribusi input pertanian, mempercepat akses ke pasar, dan mendukung adopsi teknologi modern. Studi menunjukkan hubungan antara infrastruktur dan peningkatan produktivitas petani
Faktor Internal:
Keterampilan dan Pengetahuan
Keterampilan dan pengetahuan:Tingkat keterampilan dan pengetahuan petani dalam mengelola pertanian, menerapkan teknik pertanian yang tepat, serta memanfaatkan teknologi dan inovasi mempengaruhi produktivitas mereka. Pelatihan dan pendidikan petani dalam as pek lingkungan, kebijakan, dan sumber daya, sedangkan faktor internal terkait dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani terhadap pertanian.
Salah Satu Faktor Eksternal
Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi peningkatan produktivitas petani adalah akses terhadap sumber daya pertanian yang mencakup lahan, air irigasi, pupuk, dan teknologi pertanian. Pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknik pertanian yang tepat serta memanfaatkan teknologi dan inovasi sangat penting.
Pendidikan dan Pelatihan Petani
Pendidikan dan pelatihan petani dalam bidang agronomi dan manajemen pertanian dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik pertanian yang efektif. Penelitian mengemukakan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dapat berdampak positif terhadap produktivitas pertanian.
Sikap Petani Terhadap Pertanian
Sikap petani terhadap pertanian juga berperan penting. Motivasi, ketekunan, dan sikap inovatif dapat mempengaruhi tingkat produktivitas petani. Studi menunjukkan bahwa sikap petani yang progresif dan inovatif cenderung memiliki hasil pertanian yang lebih baik.
Kesimpulannya, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivitas petani meliputi faktor eksternal seperti akses terhadap sumber daya, kondisi iklim, dan infrastruktur pertanian, serta faktor internal seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani terhadap pertanian.
Upaya untuk meningkatkan produktivitas petani perlu memperhatikan kedua aspek ini dan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat pertanian. Penelitian oleh, antara lain : (1) : Akter, dkk, 2020 ; (2) : Lobell, dkk, 2018 ; (3) : Rehman, dkk, 2017 ; (4) : Mishra, dkk, 2019.
Solusi Meningkatkan Produktivitas Petani Melalui Teknologi Modern
Teknologi modern dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas petani. Penggunaan teknologi modern dalam pertanian dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan memberikan akses ke informasi yang relevan. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas petani melalui teknologi modern.
Pertama, penggunaan teknologi presisi seperti sistem penginderaan jauh (remote sensing) dan sensor tanah dapat membantu petani dalam pemantauan dan pengelolaan lahan pertanian secara efisien. Teknologi ini memungkinkan petani untuk mendapatkan data yang akurat tentang kondisi tanah, kelembaban, dan kebutuhan air. Penggunaan sensor tanah dapat membantu petani dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat terkait irigasi dan pemupukan.
Kedua, aplikasi mobile dan platform online dapat digunakan untuk memberikan akses terhadap informasi penting seperti prakiraan cuaca, harga pasar, teknik pertanian terbaru, dan manajemen risiko. Dengan memanfaatkan aplikasi mobile, petani dapat memperoleh informasi yang diperlukan kapan saja dan di mana saja. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile dalam pertanian dapat meningkatkan pengetahuan petani dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.
Ketiga, penggunaan sistem otomatisasi dapat membantu dalam pengendalian dan monitoring berbagai aspek pertanian seperti irigasi, penyiraman, dan pengendalian hama. Dengan memanfaatkan sensor dan perangkat yang terhubung, petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi risiko kerugian
Keempat, integrasi teknologi digital dengan konsep pertanian berkelanjutan dapat menjadi solusi holistik untuk meningkatkan produktivitas petani. Teknologi seperti manajemen data pertanian, analisis prediktif, dan kecerdasan buatan dapat membantu petani dalam perencanaan yang lebih baik, manajemen resiko, dan peningkatan hasil panen.
Dalam kesimpulan, penggunaan teknologi modern dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas petani. Solusi meliputi penggunaan teknologi presisi, aplikasi mobile, IoT, dan integrasi teknologi digital dengan pertanian berkelanjutan.

Kesimpulan
Untuk meningkatkan dalam rangka produktivitas petani, penggunaan teknologi modern memiliki peran yang penting. Faktor-faktor seperti akses terhadap sumber daya, kondisi iklim, infrastruktur, pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani mempengaruhi produktivitas pertanian. Solusi yang dapat diterapkan melalui teknologi modern mencakup penggunaan teknologi presisi, aplikasi mobile, Internet of Things (IoT), dan integrasi teknologi digital dengan pertanian berkelanjutan.
Penting untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada petani dalam mengadopsi teknologi baru serta melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, sektor swasta, dan petani untuk mencapai peningkatan produktivitas yang berkelanjutan. Jadi kesimpulan, penggunaan teknologi modern dalam pertanian dapat membantu petani dalam pengelolaan sumber daya, akses informasi, dan meningkatkan efisiensi.
Dengan adopsi teknologi yang tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko, dan mencapai hasil panen yang lebih baik. Upaya kolaboratif dari berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas petani melalui penerapan teknologi modern.
Oleh: Devina Galuh Pinastika Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang diampu oleh Dosen Robby Cahyadi, M.Pd
Daftar Pustaka
Chen, J., Liu, X., Zhao, S., & Zhang, L. (2020). Adoption of Precision Agriculture Technologies in China: Opportunities, Challenges, and Policy Implications. Sustainability, 12(7), 2777.
De Fina, A., & Cavallo, E. (2019). Technological Innovation in Agriculture and the Role of the Local Agri-food System. Agricultural and Food Economics, 7(1), 3
Dini, N., Suryani, N., & Ismail, H. (2021). The Effect of the Implementation of IoT Technology on the Efficiency of Agriculture Irrigation Systems. Journal of Physics: Conference Series, 1784(1), 012032.
Gupta, H., Dhyani, S., & Kumar, A. (2020). Impact of Digital Farming Technologies on Farm Productivity: A Systematic Review. Current Science, 118(1), 36-43.
Kurniawan, R., Suwignyo, S., & Rahayu, S. (2022). Factors Influencing Adoption of Agricultural Technology Innovation in Developing Countries: A Review. Sustainability, 14(3), 1027.
Kumar, R., Singh, D., & Singh, A. (2018). Mobile Applications in Agriculture: Opportunities and Challenges. International Journal of Computer Sciences and Engineering, 6(10), 107-112.
Li, C., Chen, S., Liu, Z., & Huang, G. (2021). Evaluation of a Low-Cost Soil Moisture Monitoring System for Irrigation Management in Agriculture. Water, 13(6), 795.
Misra, A., Sharma, N., & Pal, R. (2019). Smart Agriculture: An Overview on Technology Solutions for Food Security and Sustainable Farming. Computers and Electronics in Agriculture, 163, 104859.
Oluwatosin, O., Ayinde, I., & Akintunde, T. (2020). Adoption of Modern Technologies among Smallholder Farmers: A Review of Determinants and Implications. Journal of Rural Studies, 75, 223-235.
Silva, D., Silva, F., Silva, L., & Lima, L. (2020). IoT Solutions for Smart Agriculture: A Review of Challenges, Prospects, and Trends. Computers and Electronics in Agriculture, 173, 105367.
Zaman, N., Ismail, S., Kassim, A., & Mustapha, A. (2020). Digital Agriculture and Sustainable Farming Systems: Current Perspectives and Future Directions. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 499(1), 012088..


Kirim Tulisan Lewat Sini